Para calon orangtua harus tahu bahwa fase anak bisa berjalan ialah saat usia 12 sampai 15 bulan. Namun ada beberapa anak yang bisa berjalan lebih cepat sebelum berusia 12 bulan. Di lain sisi, ada beberapa anak yang belum bisa berjalan walaupun sudah memasuki usia 15 bulan lebih. Perlu diketahui, setiap anak mempunyai masa perkembangan berbeda-beda. Masa perkembangan ini sesuai dengan sistem koordinasi otot, syaraf, dan tubuh anak. Maka dari itu, cara agar anak cepat jalan ialah dengan menjaga kesehatan anak.

Selama tak ada kelainan fisik, sebenarnya orangtua tak perlu merasa khawatir berlebihan apabila anak masih belum bisa berjalan. Rasa bahagia pastinya akan dirasakan tiap orang tua ketika melihat anaknya sudah bisa berjalan sendiri. Untuk membantu anak supaya bisa berjalan, anda sebagai orangtua memang disarankan untuk melakukan berbagai cara agar anak cepat jalan. Adapun ulasan lengkapnya akan kami sampaikan dibawah ini.

Cara Agar Anak Cepat Jalan

Berikut adalah beberapa cara agar anak cepat jalan selengkapnya untuk anda.

1. Belajar Berjalan Tanpa Alas Kaki

Saat anak mulai tertarik dan belajar berjalan, maka jangan memakaikan alas kaki pada anak. Telapak kaki anak bisa membuatnya seolah mencengkeram lantai dengan kuat. Hal ini dapat membantu anak lebih berani untuk belajar berjalan. Terlebih lagi, apabila anak sudah bisa belajar berdiri sendiri sebelumnya, maka anak bisa lebih mudah berjalan walaupun hanya selangkah. Sedangkan alas kaki hanya akan membuat kaki anak menjadi lebih berat saat melangkah.

2. Melatih Keseimbangan Anak

Ketika mulai bisa berjalan, anak akan sering jatuh. Hal ini lantaran keseimbangan anak yang kurang terjaga. Seringnya jatuh bisa membuat anak menjadi trauma. Hal ini menyebabkan anak merasa malas serta takut untuk belajar berjalan. Maka dari itu, pastikan anda memberikan latihan untuk anak dalam jaga keseimbangan. Latihan keseimbangan ini bisa dilakukan dengan cara ajak anak bermain tangkap bola dan latihan renang.

3. Jangan Memakaikan Alas Kaki Berbunyi

Pada umumnya anak akan lebih tertarik pada bunyi daripada belajar berjalan. Masalahnya ialah saat anak belajar berjalan, maka anak harus fokus pada langkah. Apabila anak memakai alas kaki yang berbunyi, maka saat tekanan sepatu ke lantai yang mengakibatkan bunyi, anak bisa berhenti berjalan. Hal ini tentu saja bisa dirubah dengan menerapkan pola tradisional yang membiarkan anak belajar berjalan tanpa alas kaki.

4. Melatih Otot-Otot Punggung Anak

Selain otot kaki, anda juga harus fokus pada otot punggung anak. Hal ini dikarenakan otot punggung anak adalah tumpuan utama supaya anak bisa berdiri tegak dan berjalan. Maka dari itu, sangat penting untuk melatih otot punggung. Anak yang memiliki otot punggung lemah pastinya akan merasa sulit berjalan walaupun sudah sering belajar berjalan. Anda bisa bantu anak dengan melakukan gerakan latihan otot kepala dan leher. Bisa juga dengan posisikan anak dengan posisi tengkurap, curi perhatian anak dengan menaruh mainan di lokasi yang jauh dari jangkauan. Selain itu, anda juga bisa melatih ototnya dengan memberikan pijatan kecil dan halus.

5. Jangan Menggunakan Baby Walker

Penggunaan baby walker ternyata menyebabkan berbagai resiko berbahaya untuk anak. Sebuah studi yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa penggunaan baby walker dapat mengakibatkan cedera otot kaki dan punggung. Bahkan dapat membuat anak merasa tak percaya diri saat tak berjalan dengan baby walker atau bahkan tidak mau jalan sama sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here